Mitos-mitos seputar Kraton Yogyakarta

miniaturjogja_EMBLEM-LOGO-KERATON-JOGJA

Jogja, sebuah kota dengan berbagai keanekaragamanya. Mulai dari budaya, pendidikanya, adat istiadatnya, wisatanya bahkan sampai pemerintahannyapun unik dan berbeda dengan daerah – daerah lainnya di Indonesia.

Jogjakarta, begitu panggilan lengkap kota ini dipimpin oleh seorang Sultan yang sekaligus menjabat sebagai gubernur provinsi Jogjakarta. Gubernur dikota Jogja pun berbeda dengan daerah lain yang umumnya diplih melalui pemilu sedangkan di Jogja dipilih berdasarkan keturunan pemimpin Keraton Ngajogjokarto. Keraton inilah yang menjadi tempat tinggal sultan dan keluarganya. Selain itu, keraton Jogja juga mempunyai beberapa keunikannya dan bebrapa hal yang selalu dikait – kaitkan dengan keraton.

1.Nyi Roro Kidul

Entah dari mana asal muasal Nyi Roro Kidul dikaitkan dengan keraton Jogja. Tapi, mitos itulah yang berkembang dimasyarakat jogjakarta. Konon Sultan pemimpin keraton dapat berinteraksi dengan Nyi Roro Kidul. Setiap keraton akan melakukan hajatan juga mitosnya sultan harus meminta doa restu kepada Nyi Roro Kidul. Bahkan bukannya hanya setiap akan punya hajat, tapi dalam menjalani kehidupan sehari haripun beliau selalu berinteraksi dengan nyai. Hal ini dibenarkan karena dikaitkan dengan adanya sebuah bangunan di Komplek Taman Sari (Istana di Bawah Air), sekitar 1 km sebelah barat Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, yang dinamakan Sumur Gumuling. Tempat ini diyakini sebagai tempat pertemuan sultan dengan Ratu Pantai Selatan itu.

dsc01570

2. Gunung Merapi

Gunung yang meletus tahun lalu itu memang sudah terkenal kemistisanya sejak dulu. Memang tidak mengherankan jika Gunung teraktif didunia ini selalu dikaitkan dengan keraton. Karena keraton mempunyai juru kunci Merapi yang dipilih langsung oleh Sultan. Mitos yang berkembang Gunung Merapi adalah pusatnya mahluk halus yang selalu menjaga Keraton Yogyakarta.

BACA JUGA  Wow, Pengungsi Banjir Tolak Nasi Bungkus dan Mi Instan!

pemandangan-merapi1

3. 2 Pohon Beringin Keraton

2 Beringin besar yang terletak di alun – alun selatan dan berada dikompleks keraton Jogja ini juga menyimpan berbagai cerita. Salah satunya, konon jika seseorang melewati tengah – tengah 2 pohon tersebut dengan mata terbuka apa yang diinginkan akan terkabul. Percaya atau tidak begitu kepecayaan yang berkembang.

beringinkembar

4. Abdi Dalem yang setia

Abdi dalem atau orang yang setia mengabdi pada keraton dan keluarga sultan. Keraton jogja mempunyai banyak abdi dalem yang sangat setia. Padahal abdi dalem tersebut tidak mendapatkan gaji yang dapat untuk memenuhi kebutuhan sehari – hari. Sebagai contoh mbah Marijan sang abdi dalem yang bertugas sebagai juru kunci merapi yang digaji kurang lebih 5000/bulan. Bagi para abdi dalem, bukan materi yang yang penting, akan tetapi kesetiaan terhadap keraton itu lebih penting.

HARI PERTAMA SEKOLAH ABDI DALEM:  Ratusan abdi dalem Keraton Yogyakarta berkumpul di halaman Bangsal Kencono untuk menghadiri pembukaan Pawiyatan (pendidikan) untuk para abdi dalem oleh Sri Sultan Hamengku Buwono X di Keraton Yogyakarta, Kamis (30/9). 190

5.Tugu Jogja

Tugu Jogja merupakan lambang Kota Yogyakarta yang paling terkenal. Tugu Jogja pertama kali dibangun oleh Sultan Hamengku Buwono I. Tugu Jogja yang berusia hampir 3 abad memiliki makna yang dalam sekaligus menyimpan beberapa rekaman sejarah kota Yogyakarta. Tugu Jogja kira-kira didirikan setahun setelah Kraton Yogyakarta berdiri.

Tugu ini menyimpan berbagai macam klenik yang dipercaya kebanyakan orang Jawa khususnya Jogja membawa pengaruh terhadap Kota Jogja. Dari segi letaknya, tugu ini tepat terletak satu sumbu dengan Kraton Jogja. Menjadi pintu gerbang utama menuju kraton. Jika dipandang dari segi arsitektur perkotaan, pola penataan semacam ini memang biasa dipakai oleh kerajaan-kerajaan masa lalu.

tugu-yogyakarta-jogjacityparadise

Pusat kerajaan diawali dengan sebuah pintu gerbang, kemudian dihubungkan dengan satu jalan panjang menuju pusat kraton. Sebelum masuk ke pusat kraton, di sepanjang jalan utama terdapat pasar dan tepat di depan kraton terdapat alun-alun. Sedangkan disisi alun-alun terdapat masjid besar. Jika kita cermati, tugu ini terletak pada satu poros antara Laut Selatan, Krapyak, Bangunan Kraton, Tugu, dan Gunung Merapi. Bahkan Sultan bisa memandang Gunung Merapi jika duduk di singgasana Siti Hinggil.

BACA JUGA  Mitos dalam Pacaran

6.Siti Hinggil (Tanah Tinggi)

Siti Hinggil berada didalam kompleks keraton. Terdapat 2 Siti Hinggil yaitu Lor (Utara) dan kidul (Selatan).Kompleks Siti Hinggil secara tradisi digunakan untuk menyelenggarakan upacara-upacara resmi kerajaan. Kompleks ini dibuat lebih tinggi dari tanah di sekitarnya. Selain itu siti hinggil juga mempunyai fungsi yaitu digunakan pada zaman dulu oleh Sultan untuk menyaksikan para prajurit keraton yang sedang melakukan gladi bersih upacara Garebeg, tempat menyaksikan adu manusia dengan macan dan untuk berlatih prajurit perempuan, Langen Kusumo. Siti HInggil juga menjadi awal prosesi perjalanan panjang upacara pemakaman Sultan yang mangkat ke Imogiri.

keraton-jogja-1024x768

7.Keraton Jogjakarta

Kenapa keraton itu sendiri? karena memang berbagai keunikan terdalam keraton itu sendiri contohnya tata letaknya yang begitu unik dengan bangunan – bangunan disekitarnya. Keraton Kesultanan Yogyakarta terletak dipusat kota Yogyakarta. Lebih dari 200 tahun yang lalu, tempat ini ini merupakan sebuah rawa dengan nama Umbul Pacetokan.

8-agustus-grebeg-syawal-1434-h-kraton-yogyakarta-keluarkan-7-gunungan1

Dibangun oleh Pangeran Mangkubumi menjadi sebuah pesanggrahan dengan nama Ayodya.Pada tahun 1955 terjadilah perjanjian Giyanti yang isinya membagi dua kerajaan Mataram menjadi Kasunanan Surakarta dibawah pemerintah Sunan Pakubuwono III dan Kasultanan Ngayogyakarta dibawah pemerintah Pangeran Mangkubumi yang kemudian bergelar Sultan Hamengkubuwono I. Pesanggrahan Ayodya selanjutnya dibangun menjadi Keraton Kasultanan Yogyakarta . Keraton Yogyakarta berdiri megah menghadap ke arah utara dengan halaman depan berupa alun- alun ( lapangan ) yang dimasa lalu dipergunakan sebagai tempat mengumpulkan rakyat, latihan perang bagi para prajurit, dan tempat penyelenggaraan upacara adat. Pada tepi sebelah selatan Alun- alun Utara , terdapat serambi depan istana yang lazim disebut Pagelaran. Ditempat ini Sri Sultan, kerabat istana dan para pejabat pemerintah Keraton menyaksikan latihan para prajurit atau beberapa upacara adat yang diselenggarakan di alun – alun utara.

BACA JUGA  Andre Amador, Sang Pelukis Pantai

alun2-lor

Keraton merupakan sumber pancaran seni budaya jawa yang dapat disaksikan melalui keindahan arsitektur dengan ornamen- ornamennya yang mempesonakan.

Keraton Jogjakarta yoshiewafa2kraton_jogja

 

tamansariSri Manganti hall another view

Diambil dari berbagai sumber.

Komentar

komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *